Brand kecantikan Dear Me Beauty berkolaborasi dengan F&B lagi. Kali ini, mereka mengajak brand minuman sari buah Buavita. Kedua brand tersebut meluncurkan Peach Juice Face Mist yang bisa kamu dapatkan sejak 3 Agustus 2023 di seluruh platform e-commerce. Kapan lagi beli skin care gratis minuman sari buah nih, #HaloKawan?

Kedua brand mengumumkan kolaborasi mereka lewat collaboration post Instagram pada 1 Agustus 2023, dan mendapatkan respons positif dari audiens.

“Buavita peach lucu banget, cocok deh kan buavita peach ada kolagennya,” tulis sebuah akun. “Dear Me emang gak pernah gagal ya. Ada ajaaa,” tulis satunya lagi.

Respons Dear Me Beauty x Buavita
Sumber: Instagram.com/dearmebeauty

Kolaborasi tersebut menambah panjang daftar Dear Me Beauty bekerjasama dengan F&B. Sebelumnya, mereka pernah berkolaborasi dengan brand fast food KFC (2021), brand minuman ChaTime (2022), brand permen Yupi (2019 & 2021), sampai brand wafer Nissin (2019).

Dear Me Beauty bisa dibilang menjadi pelopor kolaborasi beauty brand dengan F&B di Indonesia. CEO Nikita Wiradiputri selalu antusias memberikan gebrakan pada industri kecantikan Indonesia lewat kolaborasi yang unik.

“Kami selalu percaya Dear Me Beauty hadir untuk membuat industri kecantikan Indonesia menjadi lebih baik lagi. Oleh karena itu, kami selalu memacu diri untuk mendobrak batas industri kecantikan dengan membawa kombinasi produk berkualitas dan pengalaman yang tak terlupakan,” ucap Nikita pada Suara.com, Oktober 2021.

Co-branding Dear Me Beauty
Co-branding Dear Me Beauty.

Kok bisa para brand kecantikan dan F&B berkolaborasi? Padahal jenis industri mereka  bertolak belakang, lho. Ternyata, ini bukan kolaborasi biasa, #HaloKawan, melainkan upaya co-branding!

Apa itu co-branding dan perbedaannya dengan kolaborasi? Yuk simak penjelasannya di bawah ini!

Co-Branding, Lebih dari Sekadar Kolaborasi

Co-branding adalah proses kerjasama dua brand atau lebih untuk menciptakan produk, layanan, atau marketing campaign baru yang memanfaatkan kekuatan dan sumber daya kedua brand. Tujuannya adalah untuk menciptakan tawaran unik dan bernilai kepada konsumen yang menguntungkan keduanya.

Bentuk kerjasama co-branding berpotensi sangat menguntungkan. 54 persen brand mengaku bahwa partnership menghasilkan lebih dari 20 persen dari total pendapatan sebuah brand lho, #HaloKawan!

Co-branding memberikan kesempatan brand untuk memperluas customer base dengan tap in ke customer base brand partner. Meluncurkan produk co-branding yang unik dapat menarik customer baru dan meningkatkan penjualan.

Selain itu, bentuk kerjasama ini dapat menunjukkan kepada audiens bahwa brand yang diajak kolaborasi memiliki nilai-nilai yang mirip sehingga dapat dipercaya. Hal ini dapat meningkatkan reputasi dan kredibilitas masing-masing brand.

Berbeda dengan co-branding, kolaborasi biasanya merujuk ke hubungan kerja informal antar-brand yang berlangsung singkat dan mengarah kepada peningkatan engagement. Kolaborasi bisa dilakukan dengan brand lain, influencer, organisasi, bahkan hewan yang terkenal sekalipun.

Dear Me Beauty sangat pandai melakukan kerjasama co-branding nih, #HaloKawan! Penasaran bagaimana mereka bisa selalu berhasil? Berikut MinKa jelaskan 5 elemen yang wajib ada dalam co-branding agar kerjasama kamu tidak gagal!

5 Elemen Co-Branding yang Sukses Diterapkan Dear Me Beauty

Dickinson dan Barker (2007), serta Ballester dan Espallardo (2008) menelusuri beberapa faktor-faktor yang membuat suksesnya sebuah upaya co-branding.

1. Reputasi kedua brand

Tidak sembarangan, Dear Me Beauty selalu memilih partner co-branding yang memiliki reputasi baik. Contohnya adalah brand legendaris fast food KFC dan wafer Nissin yang sudah menjadi favorit para warga Indonesia sejak lama.

Dear Me Beauty x Nissin Wafers
Sumber: Female Daily

Reputasi adalah aset berharga yang tak terlihat dan susah untuk diciptakan atau diganti, serta meningkatkan citra brand di mata konsumen. Langkah kerjasama Dear Me Beauty bersama para brand legendaris yang telah terpercaya bertahun-tahun meningkatkan reputasi Dear Me Beauty, dan membuktikan bahwa para brand partner dapat tap in ke konsumen produk kecantikan.

2. Mengembangkan produk yang berhubungan

Mengembangkan produk yang berhubungan dan tepat menjadi aspek terpenting elemen co-branding. Audiens harus bisa mengidentifikasi ciri khas branding yang konsisten dari masing-masing brand. Ini jadi hal yang paling diantisipasi audiens, dan berpotensi mendapatkan kritik bila tidak dieksekusi dengan baik.

Selama ini seluruh upaya co-branding Dear Me Beauty telah sukses meluncurkan produk yang tepat. Contohnya adalah co-branding Dear Me Beauty dengan Nissin yang merilis Perfect Matte Lip Coat dengan warna-warna coklat-terakota. Deretan shade yang terpilih serta packaging-nya mengingatkan audiens kepada wafer coklat Nissin.

Tak hanya itu, packaging co-branding Dear Me Beauty juga lucu-lucu, dan mudah diidentifikasi oleh para audiens. Contohnya, produk Beauty Green Tea Cooling Gel Mask yang berkolaborasi dengan Chatime, Shopee, dan NKCTHI.

Tube packaging yang dipilih sengaja didesain transparan layaknya gelas plastik Chatime. Font NKCTHI, logo Chatime serta Shopee juga dipakai dalam desain packaging tersebut. Selain itu, warna produk cooling gel Dear Me Beauty satu ini seperti teh, dan mengandung bahan ekstrak teh hijau dan teh hitam yang sangat berhubungan dengan Chatime.

Packaging menjadi hal yang paling menonjol dalam co-branding. Selain mudah menciptakan brand recognition, 81% konsumen setuju packaging yang lucu memengaruhi pengambilan keputusan.

 Dear Me Beauty x Chatime x Shopee x NKCTHI
Sumber: Urbanasia

3. Familiaritas audiens terhadap brand

Co-branding yang sukses melibatkan brand yang dianggap familiar oleh audiens. Familiaritas tercermin lewat seberapa sering audiens berinteraksi dengan brand dan bagaimana experience mereka.

Dear Me Beauty dengan tepat memilih F&B sebagai partner banyak co-branding mereka karena brand makanan dan minuman adalah kebutuhan dasar yang perlu dipenuhi semua orang. Tentunya, masyarakat akan sering bertemu dengan brand F&B seperti KFC atau Buavita.

4. Kepercayaan audiens terhadap brand

Partner co-branding yang sukses adalah yang dipercayai masyarakat. Tingkat kepercayaan bisa memengaruhi keputusan perilaku dan pilihan customer. Oleh karena itu, Dear Me Beauty memilih brand F&B yang sudah dipercaya puluhan tahun oleh masyarakat seperti KFC yang sudah 43 melayani konsumen Indonesia dan Nissin yang sudah berdiri 31 tahun.

Dear Me Beauty x KFC
Sumber: Sociolla

5. Persepsi audiens terhadap brand yang bekerjasama

Co-branding akan berjalan lancar apabila persepsi audiens positif kepada seluruh brand yang bekerjasama. Ini jadi PR penting para brand sebelum memilih partner co-branding mereka. Persepsi audiens dapat dievaluasi melalui tingkat kepercayaan (belief), rasa (feeling), dan perilaku (action) mereka terhadap sebuah brand.

Bagaimana #HaloKawan? Tertarik untuk melakukan kerjasama co-branding yang membuat terobosan terbaru? Jangan lupa praktikkan 5 elemen di atas ya agar co-branding-mu bisa sukses!

Bila artikel ini bermanfaat, jangan lupa bagikan kepada sesamamu! Ikuti terus HalokaTalks agar kamu tidak ketinggalan brand news, marketing tips, dan social media updates terkini!


Penulis: Gracia Yolanda Putri

Penyunting: Deborah Patricia

Sumber: