Siapa dari #HaloKawan yang pernah mengunjungi IKEA untuk berbelanja furnitur atau sekadar berjalan-jalan untuk mencari inspirasi desain rumah? Brand furnitur asal Swedia ini tentu tak asing di telinga #HaloKawan.

Tak hanya terkenal dengan desain produk furniturnya yang minimalis, #HaloKawan pasti familiar dengan foto khas lorong IKEA yang banyak diposting di Instagram. Rupanya, selain berbelanja furnitur, IKEA menjadi pilihan yang ciamik untuk berjalan-jalan sambil mencari inspirasi maupun menikmati akhir pekan dengan menyantap kuliner khas IKEA.

Pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 2014, IKEA dibangun di lahan seluas 4,5 hektar di Alam Sutera, Tangerang. Di Indonesia, kepemilikan hak merek IKEA sendiri dipegang oleh PT Hero Supermarket Tbk.

Kini terdapat tujuh toko IKEA yang tersebar di seluruh Indonesia, yaitu IKEA Alam Sutera, IKEA Sentul, IKEA Mal Taman Anggrek, IKEA Jakarta Garden City, IKEA Bali, IKEA Kota Baru Pahrayangan, dan yang terbaru IKEA Surabaya.

Sukses menarik perhatian konsumen, salah satu kunci keberhasilan IKEA ialah cara beriklannya yang unik dan dipersonalisasikan. Copywriting khas IKEA adalah hal yang menarik untuk dibahas. Hanya dengan sekilas melihat, konsumen dapat membedakan copywriting IKEA dengan copywriting produk furnitur lainnya.

Pengertian Copywriting

Sebelum mengenal copywriting ala IKEA, #HaloKawan tentunya perlu memahami arti dari copywriting itu sendiri. Copywriting merupakan tulisan yang digunakan untuk mempromosikan produk guna mengajak target konsumen mengambil sebuah tindakan.

Misalnya, mendorong konsumen untuk membeli suatu produk, meminta konsumen berlangganan suatu jasa, ataupun sesederhana mendaftarkan email pada website.

Karena bertujuan mengajak konsumen untuk melakukan sesuatu, biasanya copywriting terdiri dari kalimat singkat, menarik, tapi tetap dapat menyampaikan pesan dengan jelas. Karena singkatnya attention span audiens, copywriting harus disusun seefisien dan semenarik mungkin. Tujuannya agar audiens dapat menangkap seluruh pesan yang ingin disampaikan.

Copywriting sendiri berbeda dengan content writing. Jika copywriting bertujuan untuk mengajak konsumen melakukan suatu aksi, content writing bertujuan untuk mengedukasi atau memberikan suatu informasi kepada konsumen tanpa ada keharusan untuk mengajak audiens melakukan sesuatu. Bentuk content writing biasanya lebih panjang dan detail.

Konsultan Branding Trustjak menyebutkan bahwa pemilik brand sedang berlomba-lomba untuk bisa meningkatkan nama usaha mereka ke mata konsumen dengan cara menciptakan sebuah konten atau iklan yang kreatif dan unik. Tak heran, setiap brand berusaha menampilkan copywriting yang khas sehingga dapat membedakan diri dengan kompetitor.

Nah, karena #HaloKawan sudah mengenai copywriting, yuk kita bahas copywriting khas IKEA yang bikin konsumen ingin menata rumah.

Copywriting IKEA

Copywriting IKEA
Source: https://twitter.com/belajarlagiHQ/status/1605493779686862848

1. Menjelaskan produk dengan gaya storytelling

Di toko IKEA, setiap produk yang dipajang selalu disertai dengan penjelasan singkat terkait produk sehingga konsumen dapat memahami fungsi produk. Contoh, untuk mempromosikan produk sofanya, IKEA membuat copywriting “Biarkan anak Anda bermain, sarung sofa dapat diganti dan dicuci”.

Copywriting ini ditujukan untuk orangtua yang khawatir membeli sofa karena memiliki anak kecil. Tanpa harus mengatakannya dengan gamblang, IKEA mengajak konsumennya untuk berbelanja sofa tanpa khawatir karena sarung sofa dapat dicuci ketika kotor.

Untuk membuat copywriting yang relevan, #HaloKawan wajib memahami target audiens yang dituju. Dengan memahami  target audiens, #HaloKawan dapat membuat copywriting yang relevan dengan kebiasaan maupun keresahan target audiens.

Copywriting IKEA
Source: https://www.instagram.com/p/CoB37J8BOyY/

2. Memberikan inspirasi menata rumah dengan karakter yang unik

IKEA bukanlah satu-satunya brand yang menjual furnitur di Indonesia. Namun, konsumen dapat dengan mudah mengenali copywriting IKEA. Copywriting IKEA biasanya menggunakan kalimat yang minimalis sehingga konsumen dapat membacanya walau hanya dalam sekilas.

Kalimat yang digunakan terkesan simple dan to do point. Gaya copywriting ini konsisten digunakan IKEA baik di toko offlinenya maupun media sosialnya, seperti Instagram dan Twitter. Tak melulu menawarkan produk, IKEA selalu memberikan inspirasi menata ruang yang  menambah wawasan konsumen. Dengan memberikan inspirasi desain ruang, IKEA sukses bikin konsumen ingin selalu menata rumah.

Tips Menulis Copywriting

Nah, Minka mau kasih beberapa tips jitu supaya #HaloKawan dapat menulis copywriting yang ga kalah kerennya dengan copywriting khas IKEA.

Copywriting IKEA
Source: https://www.instagram.com/p/CnyTGbCh4fq/

1. Menyampaikan janji dan problem solving

Copywriting harus mampu menjelaskan benefit produk dalam bentuk kalimat yang singkat dan jelas. Untuk menyampaikan benefit produk dengan baik, #HaloKawan wajib mengenal produk yang ditawarkan dengan baik. Pengetahuan yang baik mengenai produk yang ditawarkan membantuk #HaloKawan dalam membuat copywriting.

Jangan lupa membuat copywriting dalam bentuk kalimat yang singkat dan jelas karena konsumen memiliki attention span yang terbatas. #HaloKawan dapat menggunakan kata yang sederhana sehingga dapat dipahami konsumen dalam sekali lihat.

Copywriting IKEA selalu berupaya menggambarkan keresahan konsumen beserta solusi yang ditawarkan. Contoh, kalimat “ide mendekor rumah dengan budget terbatas” menunjukkan bahwa masalah yang seringkali dihadapi target konsumen adalah budget yang terbatas. Oleh karena itu, IKEA memberikan inspirasi untuk menata rumah dengan budget yang terjangkau.

2. Memahami target audiens

Setelah memahami benefit produk, penting untuk mengetahui target audiens yang dituju. Hal ini berkaitan dengan cara menuliskan benefit yang ditawarkan kepada kepada audiens yang dituju.

Contoh, target konsumen IKEA ialah keluarga muda. Oleh karena itu, IKEA selalu membuat copywriting berdasarkan masalah yang banyak dihadapi oleh keluarga muda. Misalnya, keterbatasan ruang, keterbatasan budget, dan furnitur yang mudah kotor karena keberadaan anak-anak.

3. Menyampaikan dengan cara storytelling

Copywriting dengan cara storytelling berkaitan erat dengan emosi yang dirasakan oleh target audiens. Emosi inilah yang menggerakkan konsumen untuk melakukan sebuah aksi.

Contoh, copywriting IKEA “Biarkan anak Anda bermain. Sarung sofa dapat diganti dan dicuci”. Copywriting tersebut menimbulkan emosi sentimental bagi pasangan yang memiliki anak kecil. Kata-kata seringkali terlupakan, tapi audiens tidak akan melupakan perasaan yang timbul.

4. Mencerminkan karakter yang unik

Gaya khas copywriting IKEA adalah santai dan minimalis sehingga konsumen tidak merasa sedang ditawarkan sebuah produk. Tentunya, #HaloKawan memerlukan waktu untuk mendapatkan gaya copywriting yang sesuai dengan produk yang ditawarkan maupun konsumen yang dituju.

Jangan khawatir, semakin sering membuat copywriting, maka #HaloKawan dapat membuat copywriting yang semakin klop dengan brand yang sedang dibangun.

Jangan lupa share artikel ini ke temen-temen yang lain ya!


Written by: Bella Bernadette

Source:

  1. https://www.creativosonline.org/id/publicidad-ikea.html
  2. https://tirto.id/bagaimana-cara-ikea-membuat-anda-belanja-lebih-banyak-gq8E
  3. https://blog.ninjaxpress.co/kiat-beriklan-ikea/
  4. https://twitter.com/belajarlagiHQ/status/1605490998695559168
  5. https://pijarmahir.id/blog/news/7-cara-membuat-copywriting-yang-menarik
  6. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-2674656/ikea-buka-toko-pertama-di-alam-sutera-akhir-2014
  7. https://www.forbes.com/sites/forbesagencycouncil/2020/08/12/content-writing-vs-copywriting-in-digital-marketing-whats-the-difference/
  8. https://copyblogger.com/short-guide-to-good-copy/