#HaloKawan ingat iklan shampoo Head & Shoulders bareng Joe Taslim? Sebuah konten humor fresh yang intinya jualan tetapi dibawakan dengan bumbu komedi yang unik. Kita semua tahu kalau Joe Taslim ini aktor film laga kemudian harus berakting yang membuat audiens tertawa. Iklan yang terasa begitu natural, nggak kebayang ya iklan Head & Shoulders yang biasanya formal dan eksklusif tiba-tiba diberikan bumbu komedi.

Konten yang diselipkan dengan humor bisa menciptakan kedekatan antara brand dan audiens. Selain itu, sangat besar kemungkinan audiens untuk ngepoin akun jika merasa terhibur atau tertarik dengan konten humor yang disajikan.

Berikut ini beberapa hal penting yang perlu #HaloKawan perhatikan jika ingin menggunakan content marketing komedi.

Belajar dari DIGICELL jualan iPhone anti mainstream

Source: https://www.tiktok.com/@digi_cell/video/7202942829864160538?lang=en

Salah satu konten viral di TikTok dari user @digi_cell telah 87,6 juta kali ditonton sejak artikel ini ditulis. Jika mempelajari konten yang dirilis Digicell, mereka menyesuaikan humor dengan produk yang mereka tawarkan. Merupakan hal yang wajar ketika kebanyakan orang menganggap harga iPhone mahal. Pada salah satu kontennya menghadirkan situasi pelanggan nggak nawar dan dipaksa nawar sama penjualnya. Konten serupa sangat bisa dicoba pada bisnis #HaloKawan dengan produk yang cenderung dinilai mahal oleh konsumen. Konten sederhana namun banyak yang bisa relate memang perlu dicoba.

Ikut konten yang sedang trend versi brand kamu sendiri
Tidak ada salahnya kok #HaloKawan mengikuti konten yang sedang viral. Pastikan waktunya tepat, setidaknya kalau ada yang sedang trend segera buat kontennya jangan tunggu basi. Kalau masih awal-awal, euforia audiens masih tinggi sehingga potensi bisa viral lebih besar.

Konten behind the scenes dibuang sayang
Belajar dari Head & Shoulders versi Joe Taslim, ternyata konten dengan konsep behind the scenes bisa jadi bahan yang menarik buat konten marketing loh! Saat pengambilan aset untuk video konten atau video iklan, kemungkinan besar lebih banyak konten behind the scenes. Definisi “dibuang sayang”, coba deh diolah jadi konten. Audiens juga sesekali butuh melihat sisi manusiawi sebuah brand bahwa di balik konten yang keren ada beberapa kali retake.

Drama plot twist ala Kedas Beauty

Source: https://www.tiktok.com/@ceokedasbeauty/video/6949094387485773057?lang=en

Buat #HaloKawan yang main TikTok mungkin ada yang familiar dengan konten dari user @ceokedasbeauty, kontennya menarik dan banyak yang viral. Salah satu kontennya yang menarik adalah saat mobil milik CEO Kedas Beauty mogok dan ada yang menolong. Tiba-tiba penolong tersebut tancap gas seolah mobil dibawa kabur, ternyata hanya untuk memastikan jika mobilnya benar-benar beres. Padahal sudah sempat mengira mobilnya dibawa kabur.

Rupanya konten drama banyak diminati dan drama plot twist bisa menjadi ide yang cemerlang. Tentu untuk bisa memiliki ide yang fresh perlu kreativitas tinggi. Asah terus kemampuan berpikir kreatif supaya bisa menghasilkan konten humor ringan yang bikin audiens mudah mengingat suatu brand.

Perlu menjadi catatan, hati-hati dengan konten humor karena bisa menjadi bumerang. Penempatannya harus tepat dan cermat, gunakan humor yang bisa dinikmati banyak kalangan dan tentunya tidak menyinggung SARA.

#HaloKawan sangat boleh melihat referensi akun dengan konten viral humor untuk di ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi). Semoga semakin kreatif buat ngonten ya! Langsung bagikan artikel ini ke tim supaya kalau ada yang punya ide bisa langsung brainstorming.

Jika #HaloKawan ingin mempelajari cara mengkomunikasikan konten humor secara efektif lebih lanjut, Minka saranin untuk belajar lewat Haloka e-course dimana punya 4 modul yang masing-masingnya berisi video learning dan ada worksheetnya juga loh supaya #HaloKawan bisa langsung mempraktekkan teorinya!


Written by: Annisa Widi Astuty

Source:

  1. https://marketingcraft.getcraft.com/id-articles/efektivitas-konten-humor-dalam-content-marketing
  2. https://melonbranding.com/id/digital-marketing-id/menerapkan-humor-dalam-marketing/