Meyakinkan orang untuk beli barang tidak harus selalu dengan promo diskon besar-besaran #HaloKawan. Tapi bisa lewat kata-kata pendek dan mudah diingat yang bikin produk tersebut terus jadi top of mind, alias slogan!

Apakah kamu ingat copywriting “Kuning, Keren” Apple untuk iPhone 14 pada Maret 2023 kemarin? Slogan yang unik dan sependek itu jadi pembicaraan para netizen sehingga meningkatkan penjualan dan banyak orang jadi tertarik beli iPhone 14 berwarna kuning.

Baca Juga: Belajar Copywriting ala Apple, Yuk Nyontek 8 Strateginya Buat Bisnis Kita!

Buat yang ingin tahu lebih dalam tentang slogan dan tips cara membuatnya, kamu sudah datang ke tempat yang tepat nih. Simak lengkap penjelasannya di bawah ini ya, #HaloKawan!

Definisi, Tujuan, dan Contoh Slogan

Slogan adalah susunan kata-kata yang pendek namun bersifat persuasif dan mudah diingat. Slogan biasanya dipakai untuk mempromosikan suatu kampanye atau produk tertentu.

Tujuan penggunaan slogan bermacam-macam, tapi biasanya untuk mengamplifikasi dampak sebuah penjualan produk atau campaign. Slogan yang unik dan merepresentasikan produk dengan baik akan mudah diingat sehingga membuat produk jadi top of mind seorang calon customer.

Faktanya, 47 persen dari 501 customer bilang kalau slogan lebih membantu mereka mengerti tentang sebuah produk, dan bisa memengaruhi keputusan pembelian daripada logo (The Manifest, 2020).

Contoh implementasi slogan yang apik adalah dari halaman situs resmi Apple. Setiap line produk yang mereka tawarkan memiliki slogan yang menunjukkan kelebihan dan daya tarik produk.

Misalnya seperti “Hello Yellow” untuk iPhone 14, “Impressively big. Impossibly thin.” untuk MacBook Air 15”, atau “Upgrade and save. It’s that easy.” untuk campaign program Trade In Apple. Dengan menunjukkan kelebihan utama produk pada slogan, calon customer langsung mengerti inti keunggulan produk sehingga mudah diingat.

Slogan pada tiap produk Apple.
Sumber: Apple.com

Perbedaan Slogan dengan Tagline

Istilah ‘slogan’ dan ‘tagline’ sering digunakan bergantian untuk mendeskripsikan kalimat pendek yang mudah diingat dari sebuah brand. Padahal, makna dan cara penggunaannya berbeda lho, #HaloKawan. Sini MinKa jelaskan.

Sesuai definisi slogan di atas, pemakaiannya lebih untuk iklan produk atau campaign tertentu, sehingga slogan bisa berganti-ganti sesuai produk yang diluncurkan. Karena terus berganti, pembuatan slogan juga tidak perlu selalu menonjolkan values yang dianut sebuah brand, meskipun cara penulisannya harus tetap on brand.

Sementara itu, tagline adalah kalimat pendek mudah diingat yang digunakan untuk merepresentasikan citra brand secara keseluruhan.

Poin penting tagline adalah mudah diingat agar masyarakat dapat mengidentifikasi brand dengan mudah. Tagline yang diulang secara konsisten dalam waktu yang lama dapat meningkatkan brand awareness dan brand recognition.

Baca Juga: 5 Langkah Mudah Membuat Tagline Agar Brand Mudah Diingat!

Karena fungsinya untuk merepresentasikan brand, tagline biasanya berisi tujuan atau nilai-nilai yang ditawarkan brand kepada audiens tanpa menyebutkan produk atau layanan yang spesifik. Meskipun penggunaannya lebih timeless, tagline boleh diganti kok!

Nah, slogan dan tagline ini boleh sama, #HaloKawan. Kalau brand punya slogan campaign produk tertentu yang ternyata sangat memorable dan disukai masyarakat, brand bisa mengangkat slogan ini menjadi tagline.

Contohnya adalah tagline “Because You’re Worth It” dari L’Oreal Paris. Tagline ini sebenarnya merupakan slogan untuk campaign pewarna rambut L’Oreal pada 1971 yang berhasil mendorong pemberdayaan perempuan saat itu. Mendapatkan respons masyarakat yang sangat positif L’Oreal pun memakai slogan ini menjadi tagline mereka hingga sekarang.

Baca Juga: Ingin Jadi Beauty Tech Powerhouse, Maybelline Luncurkan 12 AI Makeup Filter di Microsoft Team!

Tips Membuat Slogan yang Mempersuasi Audiens

1. Mengetahui target audiens

Karena slogan merupakan bagian dari upaya marketing produk, maka penulis perlu mengetahui target audiens sebelum membuat slogan. Untuk siapa produk yang dipromosikan? Apa pain points dan kebutuhan calon customer? Apa nilai-nilai ideal mereka? Bagaimana cara mereka menyampaikan dan mengonsumsi informasi?

Mengetahui target audiens dapat membantu penulis untuk membuat slogan yang mudah beresonansi dengan calon customer dan menarik mereka dengan emosi.

Baca Juga: Jangan Targetkan Semua Orang, Pertajam Customer Persona dengan 4 Langkah Ini!

2. Menentukan tujuan pembuatan slogan

Tentukan tujuan pembuatan slogan kamu. Selain untuk mempersuasi calon customer membeli produk, slogan juga dapat digunakan untuk memperbesar impact pada campaign serta membantu meningkatkan word of mouth.

Tentukan hasil atau impact apa yang ingin dicapai dari sebuah slogan! Memiliki tujuan yang jelas dapat membantu pembuatan slogan yang fokus pada aspek paling relevan dan penting dari sebuah campaign.

Contohnya seperti McDonald’s yang membuat slogan #IniRasaKita untuk kampanye “Agustusan Seru Lewat Drive Thru McDonald’s” dalam rangka merayakan kemerdekaan Indonesia tahun ini.

#IniRasaKita oleh McDonald’s menjadi slogan yang mengedepankan cita rasa makanan Indonesia dalam rangka kemerdekaan. Slogan ini diwujudkan lewat menu spesial ayam goreng dengan sambal balado, soda asam jawa, dan kentang goreng rasa gulai gurih.

Untuk mengamplifikasi campaign, jika #HaloKawan mengucapkan #IniRasaKita di Drive Thru McDonald’s pada 17-20 Agustus 2023, kamu akan diberikan Double Choco Pie gratis.

3. Fokus pada benefit

Rangkai kata-kata yang fokus pada benefit untuk slogan agar calon customer tertarik untuk melakukan pembelian. Tonjolkan bahwa benefit tersebut akan membantu menghilangkan pain points customer.

Contohnya seperti produk L’Oreal Revitalift Crystal Essence, yang memiliki slogan “Kulit tampak sebening kristal dalam 7 hari!”. Penyebutan benefit ini sangat menarik perhatian target audiens L’Oreal yang gemar menggunakan skincare dan menginginkan kulit yang tampak bersih dan kenyal.

Iklan L'Oreal Revitalift Crystal Essence dengan slogan "Kulit tampak sebening kristal dalam 7 hari".

4. Menulis dengan padat dan kreatif

Agar mudah diingat, penulis slogan harus kreatif dalam membuat kalimat-kalimat pendek. Jangan memakai jargon yang tidak terlalu umum, yang klise, atau pernyataan dan mengambang.

Gunakanlah teknik menulis seperti rima, aliterasi, repetisi, dan permainan kata untuk membuat slogan yang catchy dan mudah diingat!

5. Uji slogan lalu gunakan dengan konsisten

Setelah mendapatkan beberapa slogan potensial, cobalah uji kalimat-kalimat tersebut. Pasangkan slogan pada mock up poster, unggahan media sosial, diucapkan layaknya iklan, lalu tunjukkan kepada sesama tim, teman, atau para stakeholder. Bagaimana reaksi dan respons mereka?

Catat respons mereka terhadap slogan yang kamu buat. Bila belum mencapai tujuan yang ditentukan sejak awal, coba diperbaiki lagi.

Jika slogan sudah tepat, gunakanlah secara konsisten pada materi campaign di berbagai platform agar dapat membangun brand awareness, brand recognition, dan kepercayaan dengan audiens sehingga dapat meningkatkan penjualan produk atau impact campaign.

Kesimpulan

Slogan bisa jadi alat yang efektif untuk mempersuasi calon customer melakukan konversi. Buat slogan yang singkat, padat, dan menonjolkan benefit produk/campaign sesuai tips di atas ya, #HaloKawan!

Bila bermanfaat, jangan lupa bagikan artikel ini kepada sesamamu! Ikuti terus HalokaTalks biar terus update dengan brand news, marketing tips, dan social media updates!


Penulis: Indra Kurniawan

Penyunting: Gracia Yolanda Putri & Deborah Patricia

Sumber: