Media sosial sudah menjadi platform utama dalam mengembangkan bisnis saat ini, dan konten menjadi cara yang paling ampuh untuk berkomunikasi dan menjalin hubungan dengan audiens kita.

MinKa yakin #HaloKawan yang punya brand pernah merasa susah untuk memproduksi konten. Tak jarang high quality content yang kita produksi tidak ditanggapi dengan antusias oleh audiens. Dari mana #HaloKawan dapat mengetahui sebuah isu dekat dengan audiens kamu untuk menjangkau mereka?

Social listening dapat menjawab masalah ini, #HaloKawan! Lewat social listening, kamu dapat mengetahui isu apa saja yang disukai audiens kamu, sampai bagaimana sentimen mereka terhadap brand kamu lho.

Penasaran penjelasan selengkapnya? Yuk simak di bawah ini!

Pengertian dan Tujuan Social Listening

Social listening adalah proses monitoring channel media sosial brand untuk mencari feedback customer, mention tentang brand, atau diskusi tentang kata kunci, topik, industri, dan kompetitor tertentu. Data-data hasil monitoring ini lalu dianalisis untuk mendapatkan insight, sehingga bisa jadi masukkan strategi marketing untuk ke depannya.

Tapi, social listening ini enggak hanya tentang tag dan mention di media sosial saja, #HaloKawan. Poinnya adalah, brand harus pandai membaca pesan yang tersirat dari audiens mereka, alias peka.

Karena saat brand peka dengan maunya audiens, brand bisa mengembangkan produk atau berkomunikasi dengan cara yang paling disukai audiens, sehingga meningkatkan kedekatan dan akan berkontribusi kepada pertumbuhan brand kamu dalam jangka panjang.

Lebih jelasnya, berikut MinKa paparkan alasan mengapa brand kamu harus melakukan social listening!

Alasan Brand Kamu Harus Melakukan Social Listening

1. Meningkatkan customer experience

Ketika konsumen merasa produk atau layanan brand tidak memberikan solusi yang seharusnya, mereka bisa memberikan feedback negatif di media sosial. Meskipun terlihat sederhana, komentar negatif dapat memengaruhi reputasi brand. Lantas, apa yang perlu dilakukan?

Social listening menjadi langkah preventif supaya brand tidak mendapatkan feedback negatif. Dengan melakukan monitoring terhadap keluhan, isu, dan keinginan konsumen lewat social listening, brand dapat menyusun strategi dan mengembangkan produk yang sesuai keinginan konsumen.

Menurut Sprout Social, 46 persen konsumen merasa senang jika mereka didengarkan dan mendapatkan respon yang positif dari brand. Konsumen bisa mengingat interaksi bersama brand tersebut.

2. Memantau pertumbuhan brand

Selain menangani komentar negatif, social listening juga memperhitungkan komentar positif konsumen.

Komentar positif yang brand temukan lewat social listening bisa menjadi indikator brand kamu sedang bertumbuh. Komentar positif menjadi insight adanya fitur produk yang bisa dipertahankan atau bisa dimasukkan ke produk kamu selanjutnya.

3. Membangun hubungan yang mendalam dengan audiens

Konsumen yang puas berpotensi menjadi konsumen yang loyal, dan menjadi advokat untuk brand #HaloKawan dengan menuliskan review.

Social listening dapat memperhatikan mention yang ditujukan kepada brand kamu dari para konsumen loyal yang menceritakan pengalaman mereka ke orang lain. Interaksi ini jadi potensi brand bisa berhubungan erat dengan audiens.

4. Menemukan peluang

Melakukan monitoring terhadap beberapa kata kunci atau topik yang berkaitan dengan industri brand #HaloKawan dapat memberikan insight tentang pain points yang dialami konsumen, sehingga bisa jadi peluang untuk mengembangkan brand kamu lebih lagi!

Sudah teryakinkan untuk melakukan social listening? Berikut MinKa memberikan beberapa inspirasi caranya juga nih.

Strategi Social Listening untuk Mendapatkan Insight

Strategi social listening.
Sumber: Unsplash

1. Menggunakan kata kunci

Lakukan monitoring kepada beberapa kata kunci yang berkaitan dengan niche industri #HaloKawan. Kata kunci ini perlu merefleksikan:

  • Informasi perdagangan terbaru
  • Common practice
  • Isu di dalam industri
  • Figur publik dan produk

Biasanya, hasil monitoring kata kunci ini akan menunjukkan artikel atau unggahan dengan kata kunci yang dicari. Dari sini, #HaloKawan bisa melihat tren-tren baru apa saja yang ada dalam industri kamu.

2. Cari feedback negatif konsumen kompetitor

Cara yang satu ini lumayan cerdik #HaloKawan. Untuk mendapatkan lead baru dengan social listening, coba cari feedback negatif konsumen kompetitor kamu.

Masih seputar bermain dengan kata kunci, coba masukkan nama brand kompetitor, hashtag mereka, dan nama produk, lalu tambahkan kata “tidak bisa”, “tidak mau”, “tidak puas” dan sebagainya.

Tergantung platform media sosialnya, #HaloKawan bisa melakukan advanced search.

Kalau ketemu konsumen kompetitor yang kurang puas, dekati mereka dengan bahasa yang halus dan dorong untuk mencoba produk kamu!

3. Mulai percakapan dengan audiens yang tidak mention brand-mu

Kalau melakukan social listening cuma untuk followers yang langsung mention brand, kamu bisa kehilangan kesempatan mendapatkan lead!

Coba pikirkan. Pasti ada tidak sih audiens yang bisa saja salah menulis brand kamu, mungkin mereka typo. Atau, ada audiens yang membicarakan brand kamu tanpa menyebut nama, serta salah tulis nama produk kamu.

Solusinya adalah, monitor juga kata kunci kemungkinan kesalahan-kesalahan ini!

4. Menjawab pertanyaan tidak langsung

Di media sosial pasti ada saja audiens yang menanyakan sesuatu tentang industri kamu tanpa tahu siapa dan apa brand kamu. Coba jawab pertanyaan mereka!

Menjawab pertanyaan tak harus selalu dengan nada promosi. Cukup jawab saja informasi yang ingin mereka ketahui. Menjawab pertanyaan membangun kredibilitas brand, lho, #HaloKawan!

5. Monitor konten kompetitor

Memonitor konten kompetitor juga bentuk social listening yang bisa kamu terapkan!

Karena kompetitor punya audiens dan produk yang mirip dengan brand kamu, coba lihat konten dan strategi yang mereka implementasikan di media sosial. Siapa tahu bisa digunakan untuk brand kamu juga.

Selain itu, memonitor kompetitor bisa membuat kamu tahu:

  • Menemukan isu dan pain points audiens kompetitor yang sama dengan audiensmu;
  • Unggahan, infografis, atau gaya post apa yang paling populer;
  • Dekati audiens kompetitor yang merasa kurang puas.

Kesimpulan

Social listening bisa jadi solusi untuk mengetahui apa yang diinginkan audiens, sehingga jadi insight brand untuk mengembangkan produk dan meningkatkan customer experience!

Bila artikel ini bermanfaat, jangan segan bagikan kepada sesamamu ya! Kalau kamu ingin terus update soal brand news, marketing tips, dan social media update, ikuti terus HalokaTalks!


Penulis: Dimas Prasetyo

Penyunting: Gracia Yolanda Putri

Sumber: