Skin Game bersama Yayasan Pulih meluncurkan program “Skin Game Soul Care” sebagai bagian dari tanggung jawab sosial atau CSR. Diumumkan pada Senin (7/8/23) di semua platform media sosial Skin Game, program tersebut akan memberikan layanan konseling psikolog yang 100% gratis kepada 5 orang setiap bulannya.

@skingame

Dengan bekerja sama dengan @Yayasan Pulih, Skin Game berupaya untuk menjalankan misi yang lebih besar, bukan hanya tentang kesehatan kulit tetapi juga kesehatan mental🫶🏻 Program ini dijalankan sebagai pemenuhan tanggung jawab sosial Skin Game, sehingga biaya konseling akan 100% gratis! 5 peserta konseling akan terpilih setiap bulannya🤗 Pendaftaran melalui: bit.ly/SGSoulCare Mari pulih bersama🤍 #SkinGame #mentalhealth #YayasanPulih #konselingpsikologi #kesehatanmental #mentalhealthawareness #mentalhealthmatters

♬ original sound - Skin Game - Skin Game
Program CSR Skin Game Soul Care oleh Skin Game dan Yayasan Pulih. 

Warganet pun menyambut antusias pengumuman tersebut. Tak sampai dua hari kemudian (8/8/23), sudah ada sekitar 160 lebih pendaftar yang membutuhkan konseling maupun bantuan psikososial dari Skin Game.

“Karena yang mendaftar sudah melebihi 160+ peserta, kita tutup dulu ya form pendaftarannya. Saat ini Tim Skin Game dan Yayasan Pulih sedang melakukan pencocokkan jadwal peserta dan psikolog. Mohon ditunggu ya, nanti Tim Yayasan Pulih akan menghubungi ke nomor WhatsApp yang kamu tuliskan pada form,” tulis akun resmi Skin Game di Twitter pada Rabu (9/8/23).

“Skin Game ini satu-satunya brand skincare yang keren banget karena banyak edukasinya tentang macam-macam hal, enggak cuma skincare aja,” komentar seorang Warrior (sebutan pengikut Skin Game) di Instagram Satu Garis (@satugarisorg), akun media sosial CSR Skin Game.

“Wow standing ovation buat brand yang enggak cuma sekadar jualan, tapi serving back-nya benar-benar impactful,” komentar akun lainnya.

Corporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial adalah aktivitas bisnis di mana perusahaan bertanggung jawab secara sosial kepada semua stakeholder, termasuk masyarakat luas, sebagai bentuk perhatiannya kepada lingkungan yang membawa dampak positif. CSR yang sukses dapat meningkatkan brand recognition.

Dengan bukti nyata yang positif, CSR bisa membuat calon customer berpihak kepada brand kamu, sehingga jadi customer loyal. Selain itu, CSR justru meningkatkan para pekerja brand itu sendiri karena memberikan sense of purpose dari kegiatan bisnis yang mereka lakukan sehari-hari.

Namun dalam merancang sebuah CSR, brand harus punya pendirian, nilai-nilai, dan idealisme perusahaan yang tetap sehingga dapat menciptakan CSR yang autentik dan tidak performatif.

Bukan pertama kalinya Skin Game meluncurkan CSR yang tepat sasaran. Pada April 2023 lalu, Skin Game meluncurkan program CSR pertamanya yang tak kalah impactful yaitu pemberian Beasiswa Skin Game.

Oleh karena itu, beauty brand satu ini tak hanya dikenal lewat produknya, tapi juga jiwa sosialnya yang mengagumkan. Bagaimana caranya Skin Game bisa meluncurkan program CSR yang selalu tepat sasaran? Simak paparannya di bawah ini!

Tips Meluncurkan Program CSR yang Sukses ala Skin Game

1. Riset dan identifikasi pesan utama

Sebelum merancang program CSR, coba lihat lagi motto yang dipakai brand kamu untuk jadi panduan pengambilan keputusan serta program-program apa sebelumnya yang mencerminkan nilai-nilai tersebut. Buatlah program yang mereferensikan nilai-nilai perusahaan yang sudah ada agar autentik.

Tak lupa juga kamu perlu mengidentifikasi pesan utama apa yang ingin dibawakan oleh brand. Apakah dengan program CSR ini brand kamu ingin menunjukkan komitmen berdampak positif pada masyarakat, atau ingin mengedukasi masyarakat terhadap sebuah masalah yang jarang diangkat?

Baca Juga: Brand Messaging: Definisi, Manfaat, dan Contohnya untuk Bisnis

2. Buat naratif cerita yang menarik

Setelah punya tujuan, pesan, dan target audiens yang tetap, coba sampaikan program CSR kamu dengan teknik-teknik storytelling (setup, confrontation, resolution) yang bisa menggugah emosi. Jangan lupa tetap fokus kepada orang-orang yang ada di dalamnya serta perkuat cerita kamu dengan data yang valid.

Skin Game berhasil menggugah para Warrior dengan naratif yang menarik pada Skin Game Soul Care. Founder dan CEO Skin Game sendiri, Michella Ham, menceritakan pengalamannya berjuang melawan obsessive compulsive disorder (OCD) yang mengharuskan ia pergi ke psikiater di akun Instagram-nya (@michellalh) pada Senin (7/8/23).

Michella mengetahui bahwa ia memiliki privilese untuk bisa berobat. Ini jadi dasar Skin Game meluncurkan Skin Game Soul Care, agar masyarakat punya kesempatan yang sama untuk pulih kembali.

Unggahan Founder dan CEO Skin Game Michella Ham untuk mengumumkan Skin Game Soul Care, Senin (7/8/23).
Unggahan Founder dan CEO Skin Game Michella Ham untuk mengumumkan Skin Game Soul Care, Senin (7/8/23). Sumber: Instagram.com/michellalh

3. Berkolaborasi dengan ahlinya

Biar CSR kamu benar-benar tepat sasaran membantu masyarakat yang mengalami kesusahan, tidak ada salahnya untuk melibatkan para ahli di ranah masalah yang kamu angkat!

Seperti Skin Game yang mempercayakan Yayasan Pulih sebagai partner untuk Skin Game Soul Care, yang pastinya sudah mahir menangani para Warrior yang butuh bantuan konseling dan psikososial.

4. Laporkan perkembangan dan pencapaian CSR kepada audiens

Laporkan perkembangan program CSR brand kamu sebagai pertanggungjawaban. Bukan sebatas pamer, tunjukkan bahwa program CSR brand mu benar-benar membawa dampak yang positif. Hal ini bisa ditunjukkan lewat foto-foto autentik selama program CSR, atau testimoni pihak yang mendapatkan bantuan.

Sebagai bentuk akuntabilitas, Skin Game juga melaporkan perkembangan program CSR mereka di media sosial Satu Garis. Mereka mengenalkan para kandidat yang mendapatkan bantuan beasiswa kepada Warrior.

Pertanggungjawaban Skin Game terhadap CSR mereka.
Pertanggungjawaban Skin Game terhadap CSR mereka. Sumber: Instagram.com/satugarisorg

Kesimpulan

CSR bukan sekadar sesuatu yang performatif, tapi program yang bisa membantu masyarakat serta menyenangkan para pekerja dalam brand itu sendiri. Brand skincare Skin Game pandai membuat CSR yang tepat sasaran untuk para Warrior, pengikut setia Skin Game.

Bila artikel ini bermanfaat, jangan segan untuk bagikan kepada sesamamu. Ikuti terus HalokaTalks untuk mendapatkan informasi terbaru seputar brand news, marketing tips, dan social media updates!


Penulis: Gracia Yolanda Putri

Penyunting: Deborah Patricia

Sumber: