Sebagai business owner, #HaloKawan pasti ingin brand kamu menyasar target audiens yang sesuai, agar menjadi pelanggan yang tahan lama dan loyal. Namun, pelanggan seperti apa sih yang harus #HaloKawan target supaya brand message dan value bisnismu bisa tersampaikan dengan baik?

Jangan khawatir, target audiensmu bisa didefinisikan dengan membuat customer persona. Yuk simak pengertian, manfaat, dan cara membuatnya berikut ini!

Pengertian, Tujuan, dan Manfaat Pembuatan Customer Persona

Customer persona adalah karakter semi-fiksi dari customer ideal brand kamu yang didasari riset dan data demografi pembeli dan pengguna produk #HaloKawan. Tujuan dari pembuatan customer persona adalah untuk memahami betul target audiens sehingga dapat mengadaptasikan konten, pengembangan produk, follow-up sales, atau apapun tentang customer acquisition dan retention agar tepat sasaran.

Jika #HaloKawan memiliki customer persona yang terdefinisi, strategi marketing apapun yang kamu luncurkan pasti bisa menarik high value potential customer atau lead yang bisa tahan lama dan loyal.

Baca Juga: Personal Branding Buat Business Owner, Mulai Dari Mana?

Cara Membuat Customer Persona

1. Identifikasi target audiens

Identifikasi dan kerucutkan target audiens bisnismu selama ini dengan mengumpulkan data demografi seperti: umur, lokasi, bahasa yang digunakan, pola belanja dan buying power, topik kesukaan audiens, sampai babak hidup dan tantangan yang dimiliki audiensmu.

Data demografi bisa didapat lewat melakukan survei daring, data demografi dari konsumen yang sudah pernah membeli produk kamu, bahkan bisa melalui wawancara langsung!

2. Identifikasi masalah dan kebutuhan pelanggan kamu

Ketahui apa motivasi audiens untuk membeli produk. Biasanya, masalah yang susah diselesaikan target audiens menjadi alasan mereka ingin membeli produk. #HaloKawan bisa mengidentifikasi masalah target audiens dengan social listening, atau memonitor apa yang dikatakan audiens tentang brand kamu di media sosial dan mesin pencarian.

3. Identifikasi solusi atas masalah audiens

Setelah memahami kebutuhan, motivasi, dan tujuan akhir konsumen, kini #HaloKawan bisa mulai memikirkan bagaimana brand kamu bisa membantu mengatasi masalah target audiens.

Pertimbangkan apa hambatan utama apa yang dialami konsumen ketika akan membeli produk. Kira-kira apakah ada celah di mana brand kamu bisa membantu masalah tersebut? Rangkum jawabannya dalam sebuah kalimat.

4. Rangkum semuanya menjadi customer persona!

Kumpulkan semua hasil risetmu dan identifikasi karakteristik umum dari kelompok target audiens untuk mendapatkan customer persona.

Imajinasikan customer persona berdasarkan riset yang telah dilakukan. Berikan nama, profesi, daerah alamat rumah, dan karakteristik lainnya layaknya seseorang yang nyata.

Contoh, #HaloKawan berhasil melakukan riset dan mengidentifikasi kelompok target audiens brand kamu kebanyakan perempuan berumur 30 tahun ke atas, tinggal di kota besar, menyukai kegiatan upskill dan suka networking dengan teman seprofesi. Kamu bisa menamainya sebagai “Ani Si Pekerja Keras”

  • Ani berumur 32 tahun, berkepribadian ekstrovert dan suka berbagi ilmu.
  • Ani suka mengikuti webinar upskill di akhir pekan.
  • Ani tinggal di Jakarta dan bekerja sebagai kepala divisi di kantornya.
  • Ani ingin memiliki bisnis sendiri suatu saat nanti.

Dengan membuat customer persona, #HaloKawan tidak lagi memikirkan target audiens sebagai kumpulan data, melainkan bisa membayangkan seseorang yang memiliki kebutuhan tertentu yang bisa dipenuhi lewat produk brand kamu. Sehingga, pendekatan tone of voice, konten promosi, sampai cara menangani customer service dapat disesuaikan dengan kepribadian target audiens kamu.

Bermanfaat? Jangan lupa untuk bagikan artikel ini ke teman-teman #HaloKawan, ya! Bila kamu ingin mengetahui tren terbaru tentang brand news, marketing tips, dan social media update, ikuti terus HalokaTalks!


Ditulis oleh: Indra Kurniawan

Disunting oleh: Stephanie Regina, Deborah Patricia, Gracia Yolanda Putri

Sumber: