Pada Maret 2023 lalu, iklan Instagram diramaikan dengan produk kosmetik asal Jepang, Anjir Cosmetics. Netizen Indonesia otomatis langsung ramai membicarakan nama brand yang cukup unik ini #HaloKawan!

Seperti pepatah yang sudah ada, nama adalah doa. Nama ‘Anjir Cosmetics’ menarik perhatian karena dalam bahasa Indonesia, ‘anjir’ merupakan slang yang mencerminkan rasa terkejut dan diasosiasikan dengan kata kasar. Namun, arti nama ‘Anjir Cosmetics’ ini ternyata sangat bagus, lho! Yuk kita bahas lewat brand statement dan philosophy-nya.

Lahir pada Januari 2023, inspirasi Anjir Cosmetics berasal dari rasa hampa karena kurangnya interaksi sosial pada pandemi Covid-19. Menurut situs resminya, Anjir Cosmetics memiliki brand philosophy ingin memberikan produk kosmetik yang membantu mendekatkan antarsesama dan menyampaikan emosi.

Nama ‘anjir’ juga tidak sembarangan, melainkan berasal dari bahasa Persia-nya buah fig/tin. Isi buah ini tumbuh diam-diam. Jika dibuka, buah fig berisi daging buah berwarna merah yang sangat cantik, berbeda dengan kulit luarnya yang berwarna coklat-keunguan.

Seperti buah fig, ‘Anjir Cosmetics’ ingin produk mereka memancarkan kecantikan pemakainya dari dalam dan berharap penggunanya dapat menjadi diri mereka sendiri saat memakai produk ‘Anjir Cosmetics’.

Arti nama yang sangat bagus ya, #HaloKawan! Tak jarang small business owner bingung dalam memilih nama yang tepat dan ‘baik’ untuk brand. Nama brand sangat penting karena menjadi kata pertama saat konsumen ingin mengenal brand, sehingga menjadi penumpu identitas brand.

Oleh karena itu, memilih nama brand itu bukan cuma memakai frasa yang catchy saja, tapi juga butuh proses strategi yang cukup panjang. Sini MinKa kasih tahu apa saja ciri-ciri nama brand yang baik dan bagaimana cara memilih nama brand!

6 Ciri-ciri Nama Brand yang Baik

Berikut ciri-ciri nama brand yang mudah dipakai serta mudah diingat calon pelanggan.

Meaningful

Nama brand mengomunikasikan esensi dari sebuah brand, memberikan visualisasi singkat, serta membangun kesan emosi yang positif. Oleh karena itu, nama brand harus penuh makna.

Distinctive

Unik, mudah diingat, berbeda daripada kompetitor.

Accessible

Orang lain harus mudah menginterpretasikan nama brand, mudah diucapkan, mudah dieja. Dan di era digital saat ini, nama brand juga harus mudah untuk di-Googling.

Protectable

Nama brand #HaloKawan harus bisa dimiliki, didaftarkan sebagai merk dagang dan dilindungi hak cipta secara legal.

Future-Proof

Nama dan makna brand harus bisa berkembang dengan brand dan menjaga relevansi. Harus bisa diadaptasikan untuk berbagai produk baru dan brand extension lainnya.

Misalnya, Haloka Group diawali dari brand HalokaTalks, produk yang memberikan layanan edukasi tentang branding marketing melalui sosial media, training, dan seminar. Kini Haloka Group ingin menambah produk yang bertujuan untuk membantu brand. Sehingga, nama produk baru ini diadaptasikan dari Haloka Group menjadi HaloKarier.

Nantinya bila Haloka Group akan menambah produk lagi, nama produk baru juga akan berasal dari adaptasi nama brand Haloka Group.

Visual

Nama brand harus bisa dikomunikasikan lewat desain seperti ikon, logo, warna, dan lain sebagainya, agar dapat digunakan pada semua materi promosi maupun produk.

6 Langkah Menentukan Nama Brand yang Tepat

Bingung mulai dari mana? Berikut 5 langkah yang bisa kamu lakukan untuk menentukan nama brand yang tepat!

Langkah 1: Memahami Brand Identity

Memahami brand identity #HaloKawan dapat membantu kamu berpikir tentang personalisasi brand. Bagaimana brand kamu akan berinteraksi dengan audiens? Apakah kepribadiannya nanti serius dan bijak, atau santai dan humoris? Gaya bahasa apa yang nanti digunakan untuk berkomunikasi?

Memikirkan personalisasi brand dapat membantu penamaan brand yang sesuai dengan kepribadian.

Baca Juga: Jangan Targetkan Semua Orang, Pertajam Customer Persona dengan 4 Langkah Ini!

Langkah 2: Definisikan USP Brand-mu

juga harus memikirkan Unique Selling Point (USP) apa yang ingin ditonjolkan dari nama brand kamu.

Misalnya, USP yang ingin ditonjolkan adalah pelanggan boleh mengembalikan produk dan menerima refund dalam sebulan pertama pembelian. USP ini mencerminkan personality brand yang loyal dan mengutamakan kepuasan calon pelanggan. Sebaiknya, brand kamu memilih nama yang dapat merepresentasikan kesan loyal dari USP ini.

Langkah 3: Brainstorm Bersama

Bagian ini adalah yang paling menyenangkan! #HaloKawan bisa mengumpulkan para stakeholder dan kreatif lalu melakukan sesi brainstorm nama brand. Agar diskusi tetap terpusat, jangan lupa buat guidelines untuk nama brand ya.

Untuk memulai diskusi, #HaloKawan bisa menuliskan semua kata sifat yang mendeskripsikan brand kamu. Setelah itu, deskripsikanlah perasaan apa yang akan dimiliki pengguna saat memakai produk dengan merek tersebut

Cara lain untuk melakukan brainstorm adalah dengan mencoba menamai brand sesuai dengan kategori. Berikut kategori nama brand yang disebutkan Alina Wheeler dalam “Designing Brand Identity”:

Founder: Nama brand yang didasari nama fiksi atau non-fiksi. Misalnya Ben & Jerry’s, Parker, Betty Crocker.

  • Descriptive: Nama brand yang mendeskripsikan apa yang dibuat/dilakukan. Misalnya General Motors.
  • Fabricated: Nama brand dari kata-kata yang dibuat sendiri, seperti Kodak atau Xerox.
  • Metaphor: Nama brand dari metafora tempat, tokoh, binatang, dan sebagainya. Misalnya, Nike, yang adalah metafora dari dewi kemenangan yang bersayap dalam bahasa Yunani.
  • Acronym: Nama brand yang menggunakan inisial atau singkatan, seperti DKNY (Donna Karan New York).
  • Magic Spell: Nama brand yang menggabungkan 2 kata dengan ejaan yang dibuat sendiri. Seperti FaceBook atau Pinterest.

Coba lakukan brainstorm dengan tim kamu dan menghasilkan 15-20 ide nama brand!

Langkah 4: Periksa Nama Brand dalam Berbagai Bahasa

Ketika ingin memiliki nama brand yang unik,  #HaloKawan perlu berhati-hati apalagi jika menggunakan nama atau kata-kata dari bahasa asing. Jangan sampai nama brand yang dipilih memiliki arti yang kurang pantas atau bisa menyinggung dalam bahasa asing. Jadi, usahakan untuk selalu memeriksa pilihan nama brand dalam berbagai bahasa.

Langkah 5: Daftarkan Merk Dagang Kamu

Urusan legal memang biasanya paling ribet ya, #HaloKawan. Sayangnya, apapun yang sudah kamu rencanakan, tidak akan bisa terwujud bila merk dagang tersebut sudah terdaftar secara legal.

Oleh karena itu, dari 15-20 daftar nama yang diperoleh dari hasil brainstorm, #HaloKawan perlu cek satu-satu yang mana saja yang belum didaftarkan pada HAKI. Dari nama-nama yang masih bisa digunakan ini, kamu boleh mengambil top 3 untuk lanjut ke tahap testing.

Berikut MinKa juga sertakan video tutorial mengecek merk dagang!

0:00
/
Sumber: Instagram/halohanie

Langkah 6: Testing

Yang terakhir, testing! Bagian ini bakalan exciting banget karena #HaloKawan sudah mulai coba-coba membuat mock up desain yang sesuai untuk nama brand yang sudah dibuat.

Uji 3 nama brand teratas dengan membuat mock up desain untuk logo, packaging, produk, homepage media sosial dan situs. Selanjutnya, #HaloKawan bisa memulai testing dengan membuat landing page brand untuk semua kemungkinan nama brand kamu, lalu jalankan targeted ads selama seminggu di media sosial yang ingin dituju.

Analisis landing page nama brand mana yang mendapatkan paling banyak konversi. Nama brand yang paling banyak konversi adalah yang paling beresonansi sama target audiens kamu.

Baca Juga: Bentuk Persepsi Brand Kamu Lewat Pengelolaan Visual Identity!

Selesai sudah nih pemaparan MinKa tentang menentukan nama brand! Karena nama brand jadi titik pertama seseorang mengenal brand kamu, maka pastikan nama brand benar-benar mencerminkan identitas dari brand kamu ya!

Kalau kamu mau terus update soal brand news, marketing tips, dan social media update, jangan lupa untuk ikuti terus HalokaTalks!

Ditulis oleh: Mona Lestari Utami

Disunting oleh: Stephanie Regina, Deborah Patricia, Gracia Yolanda Putri

Sumber: