#HaloKawan lagi memulai small business? Sudah dapat ide produk yang akan dijual tapi bingung mengoperasikannya? Mulai dari mana dulu ya, langsung jualan, atau bangun audiens dulu?

Setiap bisnis pasti punya tujuan untuk menghasilkan profit sebesar-besarnya dan mempertahankan bisnis dalam waktu yang lama. Namun sekarang ini, mempertahankan bisnis tidak bisa hanya bermodal jualan dan perang harga saja.

Dalam dunia bisnis, terdapat istilah branding dan selling. Sekarang ini, bisnis juga harus memiliki branding yang kuat supaya dapat memiliki konsumen loyal dan terus bertahan.

Bagaimana sih sinergisme branding dan selling ini? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

Perbedaan Branding dan Selling Berdasarkan Pengertian dan Tujuannya

Branding adalah proses menciptakan persepsi yang positif dan kuat tentang brand di benak konsumen lewat kombinasi logo, desain, mission statement, dan tema yang konsisten di semua kanal komunikasi marketing brand.

Survey Zendesk menunjukkan bahwa konsistensi branding di semua platform, baik online maupun tradisional menjadi penting untuk 87% konsumen. Branding yang unik dan efektif dapat memberikan brand Unique Selling Point (USP) sehingga membedakan dirinya dengan brand lain, dan akhirnya dapat mempertahankan konsumen.

Sementara itu, selling adalah transaksi yang menukarkan uang untuk sebuah produk barang/jasa. Dalam negosiasi selling, penjual mencoba meyakinkan pembeli lewat keuntungan yang diberikan produk mereka. Oleh karena itu, selling juga disebut aksi mempersuasi/persuading.

Kita sering mendengar “mengejar target sales”, menjual produk sebanyak mungkin kepada konsumen. Namun, selling sebenarnya lebih dari menjual produk. Selling juga merujuk kepada mendengarkan dan mengerti pain points konsumen sehingga dapat memberikan solusi sesuai ketentuan mereka.

Sales menjadi jembatan antara konsumen dengan produk yang ditawarkan sebuah brand. Sales mengawal para konsumen melalui customer journey mereka dengan nyaman agar menjadi pelanggan yang loyal kepada brand.

Bagaimana manfaat keduanya? Mari simak di bawah ini!

Manfaat Branding dan Selling

Selling
Sumber: Unsplash

Manfaat Branding

1. Membangun brand awareness dan membedakan diri

Lewat kombinasi logo, desain, mission statement, tone of voice di media sosial, branding dapat meningkatkan awareness calon konsumen terhadap brand. Upaya branding dilakukan dengan cara menyorot fitur brand yang berbeda daripada kompetitor lainnya. Selain produk yang dikenal publik, ada baiknya brand juga bisa dikenal agar mendominasi pasar.

2. Menjalin hubungan dengan konsumen

Branding yang strategis dengan alur cerita serta visual yang khas dapat menciptakan hubungan spesial dengan konsumen yang lebih dari hubungan jual-beli. Jaga reputasi brand dengan me-review kebutuhan dan nilai-nilai konsumen yang sejajar dengan produk dan brand-mu, serta mindful dalam menentukan ambassador untuk story brand.

3. Menciptakan value

Branding yang efektif dapat menargetkan produk kepada audiens yang niche untuk brand dan membangun otoritas. Sehingga, brand dapat menentukan pricing yang kompetitif untuk produk dan menambahkan value kepada brand itu sendiri.

Baca Juga: Personal Branding buat Business Owner, Mulai Darimana?

Manfaat Selling

1. Mendapatkan lead baru

Mendapatkan lead baru sangat penting bagi sebuah bisnis. Setiap calon pelanggan memiliki potensi untuk memberikan profit kepada brand, sehingga siklus produksi dapat berjalan. Tim sales mendapatkan lead baru dengan cara membuat sales goals, merencanakan dan mengimplementasi sales model, serta melakukan setting proses sales.

2. Mempertahankan customer lama (customer retention)

Customer lama yang loyal sangat berharga bagi bisnis. Mereka dapat membeli produk brand-mu lagi, merekomendasikan kepada sahabat dan keluarga sehingga melakukan promosi word-of-mouth. Tim sales yang efisien mengerahkan strategi untuk follow-up dan mempertahankan customer lama.

Follow up customer lama dengan menanyakan feedback produk serta mendengarkan kritik dan saran mereka. Aksi ini dapat membuat customer merasa dihargai dan meningkatkan customer engagement.

3. Menumbuhkan trust dan loyalty

Jika tim sales berhasil mengiring customer dalam customer journey mereka dari awal hingga akhir dengan lancar tanpa hambatan, customer dapat menumbuhkan rasa percaya dan loyalitas kepada brand. Rasa percaya dan loyalitas ini penting untuk pertumbuhan bisnis.

Jadi, yang mana lebih penting? Branding atau selling?

Apakah Bisnis Bisa Berkembang Hanya dengan Selling tanpa Branding, dan Sebaliknya?

Proses branding dan selling saling berkaitan. Bisnis tidak bisa berkembang secara optimal hanya dengan menonjolkan selling ataupun branding saja. Keduanya harus bekerja dengan sinergis agar mencapai target sales dan persepsi brand yang positif di benak konsumen.

Tim sales yang efisien mengawal customer journey konsumen dari awal sampai akhir. Dari mengidentifikasi lead, menanyakan kebutuhan konsumen, memberikan mereka solusi, sampai menanyakan feedback setelah menggunakan produk.

Konsumen yang dilayani dengan baik oleh tim sales akan merasa senang, sehingga memiliki persepsi brand image yang positif.

Sementara itu, branding yang kuat berarti yang mudah dibedakan, brand yang dipersepsikan positif oleh konsumen, serta memiliki follower yang loyal.

Saat tim sales dengan branding yang kuat mendekati lead, mereka akan lebih mudah dipersuasi karena telah mengenal brand dengan baik. Audiens jadi mudah didorong untuk melakukan konversi dan mendapatkan customer yang bersedia loyal kepada brand.

Branding yang kuat juga menambah value kepada barang sehingga dapat menaikkan harga. Tim sales akan lebih mudah mendapatkan profit.

Jadi, branding dan selling itu sebaiknya tidak dipisahkan ya #HaloKawan. Untuk menciptakan strategi sales yang bagus juga diperlukan branding yang terdefinisi. Sebaliknya, proses selling yang lancar dapat mendorong brand image yang positif.

Bermanfaat? Jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman kamu, ya! Kalau ingin update terus tentang brand news, marketing tips, dan social media update, jangan lupa ikuti terus HalokaTalks!


Penulis: Dimas Prasetyo

Penyunting: Stephanie Regina, Deborah Patricia, Gracia Yolanda Putri

Sumber: